Saturday, June 16, 2012

Cara Membuat Virus Dalam sekejap


Masih  ingat dengan virus Aksika? Virus “open source” yang satu itu memang  memiliki banyak sekali varian. Tidak heran karena source code-nya memang  disedia kan bebas di Internet, jadi siapapun dapat dengan mudah  mengubah dan meng-compile source code-nya dan jadilah varian baru.
Berawal  dari kemudahan itulah, banyak virus maker ataupun programer pemula  mencoba–coba untuk membuat virus tanpa perlu repot. Paling yang  dibutuhkan hanyalah pengetahuan seputar operating system dan  programming.

Namun  kemudahan itu belum seberapa, bila dibandingkan dengan menggunakan  program Virus Generator. Dari namanya saja, kita sudah dapat mengira  kegunaan dari program tersebut. Ya, Virus Generator merupakan program  untuk dapat membuat virus secara mudah dan instan.

Bermula  dari sampel sebuah virus yang lumayan banyak dikirimkan oleh pembaca  kepada kami. PC Media Antivirus mengenalnya dengan nama Gen.FFE-Fajar,  namun antivirus lain ada juga yang menyebutnya dengan nama Brontok.D.  Dengan penyelidikan sederhana akhirnya diketahui bahwa virus tersebut  dibuat menggunakan Virus Generator.


Fast Firus Engine (FFE)
Pembuat  Generator tersebut menamakan program buatannya itu dengan nama Fast  Firus Engine. Seperti yang terlihat pada program ataupun situs  pembuatnya, ia memberitahukan bahwa program ini hanya untuk tujuan  pembelajaran dan tidak untuk tindakan merusak. Namun tetap saja, bila  program ini sudah jatuh ke tangan yang salah, pasti akan digunakan untuk  pengrusakan.

Virus  Generator ini dibuat menggunakan bahasa Visual Basic dan di-compress  menggunakan packer tELock. Dalam paketnya terdapat dua buah file, yakni  Fast Firus Engine.exe dan data.ex_. Fast Firus Engine. exe merupakan  program utama dalam pembuatan virusnya dan sementara file data.ex_  sebenarnya merupakan badan virus asli yang belum dimodifi kasi.

Saat  file Fast Firus Engine.exe dijalankan, maka pengguna akan dihadapkan  pada sebuah interface. Anda hanya disuruh mengisikan nama virus, nama  pembuat, dan pesan-pesannya. Lalu dengan menekan tombol Generate, maka  jadilah virus Anda.

Cara  kerja dari Generator tersebut sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya  menambahkan data yang Anda masukkan tadi ke bagian akhir file virus asli  (data.ex_). Nantinya informasi tersebut digunakan oleh virus dalam  proses infeksi.


Bagaimana Virus Menginfeksi?
Virus  hasil ciptaan FFE memang terlihat sederhana. Sama seperti Generatornya,  ia juga dibuat menggunakan bahasa Visual Basic yang di-compile dengan  metode Native- Code. Lalu di compress menggunakan tELock agar ukurannya  semakin kecil. Virus ini memiliki ukuran tubuh asli sebesar 55.296  bytes.

Saat  virus kali pertama dieksekusi, ia akan membuat beberapa file induk di  beberapa lokasi. Seperti di direktori \%WINDOWS%\, akan terdapat file  dengan nama.exe, Win32 exe, activex.exe, dan %virusname% (nama virus  sesuai yang diisikan oleh sang pembuatnya pada Generator). Di  \%WINDOWS%\ %system32%\ akan terdapat file copy.pif, _default.pif, dan  surif.bin. Selain itu, ia juga mengubah atau membuat file Oeminfo.ini  yang merupakan bagian dari System Properties. Jadi apabila komputer Anda  terinfeksi oleh virus hasil generate dari FFE, maka pada System  Properties akan terdapat tulisan “Generated by Fast Firus Engine”.

Di  direktori \%WINDOWS%\%System%\ akan terdapat beberapa file induk lagi  yang menggunakan nama yang sama seperti file system milik Windows,  seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass.exe, smss.exe, svchost. exe, dan  winlogon.exe.

Dan  tak lupa, pada root drive pun akan terdapat file dengan nama “baca  euy.txt” yang berisikan pesan–pesan dari si pembuat virus. Jadi pada  saat membuat virus dengan menggunakan Generator tersebut, maka  pembuatnya akan disuguhkan beberapa kotak input, seperti Author of the  virus, Name of the virus, dan Messages. Nah, isi dari kotak messages ini  yang nantinya ditampilkan pada file “baca euy.txt” tersebut.

Setelah  virus berhasil meng-copy-kan file induknya ke dalam sistem tersebut, ia  akan menjalankan file induk tadi, sehingga pada memory akan terdapat  beberapa process virus, seperti csrss.exe, winlogon.exe, lsass. exe,  smss.exe, svchost.exe, dan winlogon.exe. Nama process yang mirip dengan  process/services milik Windows tersebut mungkin sengaja untuk mengecoh  user. Untuk membedakannya, Anda dapat melihat  path atau lokasi process  tersebut dijalankan. Process virus ini biasanya berjalan di direktori  System sementara process/services milik Windows yang running biasanya  berasal dari direktori System32.


Mengubah Registry
Virus  ini menambahkan beberapa item startup pada registry agar pada saat  memulai Windows ia dapat running secara otomatis atau untuk mengubah  setting-an Windows agar sesuai keinginannya. Informasi mengenai registry  yang diubahnya tidak akan dapat dengan mudah kita lihat karena dalam  kondisi terenkripsi.

Yang  ia ubah adalah seperti nilai dari item Userinit, yakni dengan  menambahkan parameter ke file induk. Pada key HKEY_CURRENT_  USER\Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Windows\Load juga akan  diubah itemnya agar mengarah ke file induknya dengan nama Activex.exe.  Pada HKEY_CURRENT_USER \Software\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\  akan terdapat item baru dengan nama present. Key HKEY_  LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\ Windows\CurrentVersion\Run\ akan  terdapat item baru juga dengan nama Default dan %username%, username di  sini merupakan nama user yang sedang aktif saat itu.

Virus  hasil generate dari FFE juga mengubah shell extension untuk file .exe,  yakni dengan mengubah type information dari Application menjadi File  Folder. Setting-an folder Options juga diubah agar tidak menampilkan  extension dan setiap fi le dengan attribut hidden. Dan agar dapat aktif  pada safe-mode, ia pun mengubah nilai dari item SafeBoot.

Dengan  menggunakan bantuan registry Image File Execution Options, virus ini  juga menambahkan item baru pada section tersebut dengan nama cmd.exe,  msconfi g.exe, regedit.exe, dan taskmgr.exe. Maksudnya adalah agar  setiap user yang mengakses program dengan nama file seperti itu, maka  akan di-bypass oleh Windows dan dialihkan ke file induk si virus.


Bagaimana Virus Menyebar?
Virus  ini dapat menyebar melalui media penyimpan data seperti flash disk.  Saat Anda mencolokkan flash disk pada komputer yang terinfeksi, maka  pada flash disk tersebut akan terdapat beberapa file baru, seperti  explorer.exe, %virusname%.exe, dan msvbvm60.dll. Juga beberapa file  pendukung seperti desktop.ini, autorun.inf agar ia dapat running  otomatis pada saat mengakses flash disk tersebut.

File  virus lainnya pun disimpan pada  direktori baru di flash disk tersebut  dengan nama Recycled yang berisikan file Firus.pif dan Folder.htt.  Kesemua file virus tersebut dalam kondisi hidden sehingga tidak  terlihat.


Virus Beraksi
Untuk  dapat bertahan hidup, virus ini pun akan mencoba untuk memblok setiap  program yang tidak ia inginkan seperti tools atau program antivirus  termasuk PCMAV. Sama seperti halnya data registry yang diubah, data  mengenai program apa saja yang diblok olehnya juga terdapat dalam  tubuhnya dalam kondisi terenkripsi.

Jadi,  saat virus sudah stay di memory, ia akan memonitor setiap program yang  diakses oleh user, yakni dengan membaca nama file dan juga caption  Window. Beberapa nama file antivirus yang dicoba untuk dibloknya adalah  nav.exe, avgcc.exe, njeeves.exe, ccapps.exe, ccapp.exe, kav.exe,  nvcoas.exe, avp32.exe, dan masih banyak lagi yang lainnya. Termasuk  beberapa program setup atau installer juga tidak dapat dijalankan pada  komputer terinfeksi.
Pencegahan dan Penanggulangan
PC  Media Antivirus RC19 ini dapat membersihkan komputer terinfeksi secara  tuntas dan akurat 100% setiap virus yang dibuat dengan menggunakan Fast  Firus Generator. Untuk menghindari aksi blok oleh virus terhadap PCMAV,  silakan Anda rename terlebih dahulu file PCMAV misalnya PCMAV-CLN.EXE  menjadi MERDEKA.EXE.

No comments:

Post a Comment

Thanks Sudah Mampir
Search Ilmunya | Sedot Ilmunya | Majukan [F.F.C]